Candi Barong

Candi Barong

Candi Hindu ini berada tidak jauh dari situs Ratu Boko pada ketinggian 27 meter dari permukaan laut. Disebut candi Barong karena pada relung tubuh candi terdapat hiasan “kala” yang menyerupai barong.

Candi Barong merupakan kompleks peribadatan untuk memuja Dewa Wisnu dan istrinya, Dewi Laksmi atau yang terkenal dengan nama Dewi Sri (dewi kesuburan bagi pertanian). Terdapat hiasan kerang bersayap (sankha) yang merupakan salah satu simbol (laksana) dewa Wisnu, dan bagian puncak bangunan (kemuncak) yang berbentuk permata (ratna). Pemujaan terhadap Dewa Wisnu dan Dewi Sri ini, kemungkinan disebabkan oleh kondisi tanah di sekitar candi yang tandus dan tidak subur. Sehingga, dengan memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri diharapkan kondisi tanah tersebut menjadi subur.

Mengunjungi Kompleks Candi Barong pengunjung akan melewati beberapa etape yang sangat. Bagian terluar candi adalah teras pertama yang dibatasi oleh garis batu yang membentuk bujursangkar merupakan area kosong, untuk etape selanjutanya adalah teras kedua yang berada persis diatas teras pertama, dari tempat ini bisa melihat susunan batu yang rapi yang membentuk persegi panjang yang mengelilingi teras pertama. Etape terakhir menuju teras ketiga,  adalah area yang dianggap sakral, di mana terdapat dua candi: candi pertama untuk memuja Dewa Wisnu, sedangkan candi kedua untuk memuja Dewi Sri. Teras ketiga ini merupakan area tertinggi, di mana untuk memasukinya, pengunjung harus melewati tangga dan sebuah pintu gerbang yang tersusun dari batu andesit.

Lokasi :

Dusun Candisari, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.